Siapa yang membutuhkan tes pap smear dan kapan waktu yang tepat?

tes pap smear

Wanita yang telah aktif secara seksual, wajib menjalani tes pap smear secara rutin.

Sementara itu, untuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual dan belum menikah tidak perlu menjalani tes pap smear. Sebab mereka mempunyai kemungjinan yang sangat kecil sekali berisiko tertular infeksi HPV. 

Namun jika kamu memiliki kebiasaan merokok, memiliki faktor penyakit keturunan tertentu, dan terpapar diethylstilbestrol (DES) saat masih dalam kandungan akan menjadi faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks selain infeksi HPV.

Namun pada dasarnya, tes pap smear memang harus dilakukan semua wanita yang telah aktif secara seksual dengan kategori usia ataupun kondisi-kondisi tertentu.

Meski tidak perlu dilakukan setiap tahun, wanita dengan hasil pap smear yang menunjukkan kejanggalan sebaiknya kembali menjalani tes ini setelah 6 bulan atau 1 tahun dari tes sebelumnya.

Berikut ini adalah kondisi-kondisi wanita yang wajib menjalani pap smear dan frekuensi waktunya:

1. Usia 21 tahun ke atas

Tes pap smear dianjurkan dilakukan setiap tiga tahun sekali bagi wanita berusia 21 tahun ke atas. Hal ini dilakukan baik yang sudah menjalani vaksin HPV ataupun belum melakukannya.

2. Usia 21-29 tahun

Wanita yang berusia 21-29 tahun sebaiknya menjalani tes pap smear setiap tiga tahun sekali. 

Nah, kamu tidak perlu melakukan pemeriksaan HPV, kecuali bila hasil tes Pap smear menunjukkan keabnormalan.

3. Usia 30 tahun ke atas

Untuk kamu yang berusia 30 tahun ke atas disarankan menjalani pap smear setiap lima tahun sekali bersama tes HPV hingga usia 65 tahun. 

Pemeriksaan ini bisa dilakukan selama semua tes menunjukkan hasil normal. Wanita berusia 30-65 tahun bisa menjalani pap smear saja dengan frekuensi tiga tahun sekali.

Baca Juga :

4. Usia 65 tahun ke atas

Bagi mereka yang berusia 65 tahun yang sudah menjalani pap smear selama 10 tahun terakhir dengan hasil normal, bisa berhenti menjalani tes ini karena tidak memerlukannya lagi.

5. Sistem imun yang lemah

Buat kamu yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah atau menurun karena berbagai kondisi, seperti mengidap HIV/AIDS atau mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan), ada baiknya menjalani tes pap smear sesuai rekomendasi dokter.

6. Pernah menjalani operasi histerektomi total

Khusus buat wanita yang telah menjalani histerektomi total atau operasi pengangkatan rahim dan serviks, tidak dianjurkan untuk menjalani pap smear. 

7. Pernah terdeteksi memiliki prekanker

Khusus untuk mereka yang pernah terdiagnosa mengalami kondisi prekanker dianjurkan melanjutkan pap smear selama minimal 20 tahun sejak pertama kali terdeteksi. Kamu harus menjalani frekuensi tes ini meskipun telah berusia 65 tahun.

Untuk memahami lebih jelas apakah kapan sebaiknya kamu menjalani tes pap smear, sebaiknya konsultasikan kepada dokter kandungan.

Biaya pap smear di rumah sakit dan klinik

Biaya pemeriksaan pap smear di rumah sakit dan klinik bervariasi, tergantung wilayahnya juga. Kamu bisa melakukan pengecekan pap smear dengan biaya mulai dari Rp200.000 hingga Rp1.000.000 di rumah sakit.