Akibat Kanker Serviks, 88 Orang Meninggal Setiap Hari. Padahal Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Seorang wanita sangat perlu melakukan pemeriksaan dini untuk bisa memantau dan mencegah terjangkit virus kanker serviks.

Menurut , dr. Zaldy Zaimi, Sp.OG angkan penderita kanker serviks di Indonesia semakin naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004, angka kematian akibat kanker serviks sebanyak 40 orang dalam sehari. Dan pada tahun 2018, angka ini justru meningkat lebih dari 2x lipatnya.

Padahal, virus Human Papilloma Virus (HPV) yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks ini bisa dideteksi secara dini dalam tubuh.

Sayangnya, tidak semua wanita memeriksakan dirinya untuk deteksi dini kanker serviks ini.

Kebanyakan pasien kanker serviks ini baru memeriksakan diri saat sudah adalah masalah yang parah dalam tubuh mereka. Dan biasanya, kanker yang mereka derita juga sudah masuk ke stadium 3 keatas.

Masih menurut dr. Zaldy Zaimi, Sp.OG, seorang wanita setidaknya kontrol ke doktor kandungan setidaknya 1 tahun sekali untuk melakukan tes pap smear. Jangan menunggu sampai ada keluhan yang terasa baru memeriksakan diri ke dokter.

Tes pap smear ini juga sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan organ intim wanit. Bukan hanya untuk mengetahui adanya bibit kanker serviks, tapi juga bisa  untuk mengetahui adanya infeksi jamur atau penyakit lain. Dan jika semuanya normal, pemberian vaksin akan sangat berguna untuk menjaga kesehatan kedepannya, termasuk mencegah kanker serviks.

Vaksin untuk mencegah kanker serviks ini dilakukan sebanyak 3 kali dalam 2 bulan. Dan, satu periode vaksin ini cukup 1 kali untuk seumur hidup.

Wanita dihimbau tidak malu untuk datang ke dokter dan berkonsultasi serta memeriksakan diri ke dokter kandungan. Ketika kanker serviks berhasil dideteksi sejak dini, presentase kesembuhan akan sangat tinggi. Dan juga pengobatan juga bisa berjalan lebih efektif.

Dr. Zaldy mengimbau, para wanita hendaknya tidak usah malu untuk datang berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter kandungan.