6 Pengobatan Kanker Serviks Sesuai Keputusan Menkes

Pengobatan kanker serviks merupakan salah satu treatment yang telah diatur dalam Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/349/2018 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Serviks.

Agar tidak sampai salah dalam melakukan pengobatan, berikut adalah treatment yang harus dilakukan pasien dan informasi lengkapnya.

1. Krioterapi

krioterapi-pengobatan kanker serviks

Krioterapi adalah sebuah metode pengobatan yang diaplikasikan pada bagian lapisan epitel. Fungsinya adalah untuk melakukan destruksi di bagian tersebut.

Metodenya antara lain dengan freezing di suhu -20 Celcius dalam tempo 6 menit. Teknik yang memanfaatkan gas CO2 ini juga dikenal dengan freeze thaw-freeze.

Dengan melakukan krioterapi, bagian yang didestruksi akan mengalami fase dehidrasi, mengkerut, konsentrasi elektrolit terganggu, dan syok termal. Akibatnya, akan terjadi denaturasi kompleks lipid protein sehingga sistem mikrovaskular bisa berstatus umum.

2. Elektrokauter

Elektrokauter pengobatan kanker serviks

Jenis pengobatan kanker serviks stadium awal yang berikutnya adalah elektrokauter. Alat yang digunakan yaitu radiofrekuensi.

Untuk pengobatan ini, diberlakukan eksisi Loop Diathermy pada jaringan lesi prakanker yang berada di zona transformasi. Kemudian, jaringan spesimen akan didiagnosis  secara histopatologik di laboratorium patologi anatomi.

3. Diatermi Elektrokoagulasi

Diatermi elektrokoagulasi merupakan treatment pengobatan lanjutan untuk memusnahkan jaringan. Hal ini dilakukan apabila ditemukan objek lebih luas, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih efektif daripada elektrokauter.

Berdasarkan prosedurnya, maka pengobatan ini membutuhkan tahapan anestesi umum terlebih dahulu. Apabila sudah dilaksanakan, maka jaringan serviks akan musnah pada kedalaman 1 centimeter.

4. Radioterapi

radioterapi pengobatan kanker serviks

Radioterapi adalah treatment selanjutnya yang harus dilakukan. Hal ini penting karena radioterapi adalah part modalitas fundamental dari tata laksana kanker serviks.

Terdapat 3 fungsi pada prosedur radioterapi dalam tata laksana kanker serviks. Jadi, treatment tersebut bisa diaplikasikan sebagai terapi kuratif definitif, ajuvan post operasi, maupun paliatif.

5. Radiasi Paliatif

Prosedur yang satu ini dilakukan dengan beberapa indikasi tertentu. Adapun indikasi radiasi paliatif yaitu apabila pasien sudah dalam fase stadium IVA.

Selain itu, indikasi lanjutannya adalah pasien memberikan dengan respon buruk setelah 40 Gy. Radiasi paliatif juga dapat dikenakan pada pasien pada stadium IVB paliatif untuk tumor primer atau lokasi metastasis.

Tujuan utama dari radiasi paliatif adalah sebagai pengurang gejala dengan dosis 40 Gy. Apabila pada tumor primer atau tempat metastasis ditemukan perdarahan  maka dikenakan dosis tersebut guna memperbaiki kualitas hidup.

Karena dikenakan pada tahap di atas pengobatan kanker serviks stadium 3, maka radiasi ini bisa dilakukan pada pasien yang juga tengah menjalani kemoterapi.

6. Kemoterapi

kemoterapi pengobatan kanker serviks

Kemoterapi adalah upaya medis yang dilakukan dengan tujuan mengecilkan ukuran tumor dan melengkapi tindakan radioterapi. Jadi, treatment ini merupakan penguat untuk meningkatkan efek dari pengobatan pasien.

Pada prosedur ini, dikenal istilah kemoterapi intravena yang dilakukan dengan menyuntikkan obat melalui pembuluh darah. Namun, harus diketahui poin penting tentang pengobatan ini, jika dilakukan di tempo yang sama dengan radioterapi maka pasien akan lebih rentan terhadap infeksi.

Apabila hal ini terjadi, beberapa pasien menunjukkan rasa lelah berlebihan dan anemia. Bahkan, di satu titik pasien bisa memerlukan transfusi darah dan harus mengkonsumsi antibiotik.

Berbagai pengobatan di atas tentu membutuhkan banyak dukungan dari keluarga, terutama orang terdekat. Hal ini disebabkan kondisi pasien yang bisa terus mengalami penurunan.

Karena itulah, sebelum menjadi penyakit yang kronis, pencegahan kanker serviks perlu dilakukan secara masif. Misalnya dengan menerapkan gaya hidup sehat tingga menjaga hubungan dengan pasangan.

Namun, apabila sudah terjadi, maka pastikan untuk mengikuti prosedur pengobatan kanker serviks sesuai dengan arahan dokter. Pastikan anggota keluarga tahu dan konsultasikan apa saja pantangan makan dan minum bagi pasien.