3 Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dan Pemeriksaan Lanjutannya

pemeriksaan kanker serviks

Bahaya kanker leher Rahim atau kanker serviks tidak bisa dianggap remeh oleh para wanita. Kanker serviks adalah penyakit dari perkembangan sel yang tidak seharusnya ada di leher Rahim atau bagian paling bawah pada uterus. Sel kanker muncul akibat adanya infeksi human papillomavirus (HPV).

Mengetahui cara deteksi dini kanker serviks untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari perkembangan kanker mematikan yang satu ini adalah hal yang wajib dilakukan

Wanita berusia 20 tahun sampai 50 tahun yang aktif melakukan hubungan seks berisikolebih berpeluang terkena kanker serviks.

Sedangkan penyebab lainnya bisa dikarenakan pola hidup tak sehat, sistem imun tubuh yang lemah akibat HIV/AIDS, penggunaan pil KB, hamil di usia muda, maupun karena faktor keturunan.

Di Indonesia senditi, Lembaga pencatat data kanker dunia yakni GLOBOCAN pada tahun 2018 menyatakan kasus kanker serviks di Indonesia terus meningkat. Rata-rata, 50 wanita Indonesia meninggal setiap harinya dikarenakan kanker serviks.

Dengan bahaya yang sangat serius ini, sudah seharusnya kita mengetahui cara deteksi dini kanker serviks, dan membantu mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi.

Pemerintah sendiri sudah memberikan vaksin HPV dan mengadakan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks pada wanita Indonesia secara gratis.

Gejala Kanker Serviks

Penderita kanker serviks umumnya tidak menyadari adanya sel kanker, sampai akhirnya mereka berada di stadium lanjut yang makin berbahaya. Untuk itu, penting sekali melakukan deteksi dini kanker serviks dengan bantuan ahli medis.

Meski demikian, ada beberapa gejala yang dirasakan penderita kanker serviks, sebagai berikut:

  • Mudah merasa Lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sembelit
  • Pendarahan di vagina yang tidak biasa
  • Muncul keputihan
  • Sering buang air kecil
  • Pembengkakan di salah satu tungkai
  • Merasa nyeri saat berhubungan seks

Baca Juga :

Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Lalu, bagaimana cara deteksi dini kanker serviks? Sejauh ini, deteksi dini hanya bisa dilakukan dengan bantuan medis. Ada tiga cara yang bisa dilakukan, begini penjelasannya:

1. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pap Smear

Pemeriksaan pap smear ini sangat direkomendasikan untuk wanita yang aktif melakukan hubungan seks atau berusia di atas 21 tahun. Pasien akan dibaringkan di ranjang dengan posisi kaki yang diangkat terbuka. Kemudian, dokter akan mengambil sebagian sel dari vagina dengan alat bernama spekulum yang berbentuk sikat tipis.

Tidak akan ada rasa sakit yang ditimbulkan saat pemeriksaan pap smear, asalkan pasien rileks. Pasien yang tegang akan membuat spekulum sulit masuk ke area vagina yang juga ikut tegang dan justru menyebabkan rasa sakit.

Proses pengambilan sel vagina sebagai cara deteksi dini ini terbilang cepat, hanya hitungan detik. Serta aman, tanpa meninggalkan luka.

Anda sebaiknya melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode ini selama 3 tahun sekali.

2. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan HPV

Cara yang kedua adalah dengan pemeriksaan HPV. Pemeriksaan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pap smear atau setelah diketahui hasil pap smear yang abnormal.

Materi genetik atau DNA akan diambil dan diteliti lebih lanjut apakah terdapat virus HPV di sel vagina. Penemuan HPV di vagina bukan berarti akan membuat Anda langsung divonis mengidap kanker serviks.

Jadi, Anda akan dirawat lebih lanjut untuk mencegah HPV berkembang dan semakin berbahaya menjadi kanker serviks.

Cara deteksi dini dengan pemeriksaan HPV dan berbarengan dengan pap smear bisa dilakukan 5 tahun sekali untuk wanita berusia di atas 30 tahun.

3. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Tes IVA

Dan cara deteksi kanker serviks yang terakhir dan direkomendasikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah tes IVA atau singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat.

Tes IVA lebih murah dan cepat jika dibandingkan dengan pap smear, karena tak memerlukan uji laboratorium. Dokter akan mengoleskan cairan asam asetat dengan kadar 3 sampai 5 persen ke bagian leher rahim.

Nantinya, hasil pemeriksaan akan langsung terlihat. Jika leher rahim memiliki sel kanker serviks, maka akan muncul perubahan warna menjadi agak putih, timbul sedikit luka atau darah saat diusapkan asam asetat.

Sebaliknya, jika leher rahim terbebas dari HPV, maka tidak ada respon apapun saat diusapkan asam asetat. Cara ini hanya memakan waktu beberapa menit sampai terlihat hasil deteksinya.